
Artikel / Berita / 2026-08-18

Manado – PT Pertamina Retail (PERTARE) melalui fungsi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) menggelar simulasi penanggulangan keadaan darurat (PKD) di SPBU COCO 71.951.03 Manado pada Kamis (13/08) sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan seluruh pekerja dalam menghadapi kondisi darurat di area operasional.
Kegiatan ini melibatkan pekerja SPBU dengan dukungan pihak eksternal, termasuk Siloam Hospitals Manado, Polsek, serta Koramil/Babinsa setempat, sebagai bagian dari pengujian kesiapan dan koordinasi dalam penanganan keadaan darurat. Simulasi dilaksanakan dengan skenario gempa bumi berkekuatan 7,6 Skala Richter berpotensi tsunami dan memicu sejumlah kecelakaan kerja serta kondisi darurat di area SPBU.
Melalui skenario tersebut, para pekerja diuji dalam menjalankan prosedur tanggap darurat, mulai dari pelaporan kejadian, pengaktifan kondisi darurat, pemadaman, evakuasi, pertolongan pertama, hingga koordinasi dengan bantuan eksternal.
Manager HSSE PERTARE, Ruli Handoko, menyampaikan bahwa PKD merupakan agenda rutin perusahaan yang digelar secara bergilir di SPBU COCO yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan pekerja dan efektivitas prosedur tanggap darurat di masing-masing lokasi operasional. Adapun skenario yang digunakan dalam setiap simulasi disesuaikan dengan karakteristik dan potensi risiko di masing-masing lokasi, sehingga latihan yang dilakukan dapat lebih relevan dengan kondisi operasional setempat.
“Setiap kegiatan PKD yang dilaksanakan menjadi kesempatan bagi kami untuk menguji kesiapan personel, sarana pendukung, serta koordinasi antar tim dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat. Dengan latihan yang dilakukan secara berkala, kami berharap respons pekerja dapat semakin cepat, tepat, dan terkoordinasi apabila menghadapi kondisi darurat yang sebenarnya,” jelas Ruli.
Corporate Secretary PERTARE, Ardhi Widodo, menyampaikan bahwa pelaksanaan simulasi PKD secara berkala merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan yang kuat dan memastikan aspek HSSE diterapkan secara konsisten dalam kegiatan operasional.
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional Pertamina Retail. Melalui simulasi PKD, kami memastikan pekerja tidak hanya memahami prosedur tanggap darurat secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi. Evaluasi dari setiap simulasi menjadi bagian penting untuk terus meningkatkan kesiapan personel, keandalan prosedur, dan efektivitas penanganan keadaan darurat,” ujar Ardhi.
PERTARE terus berupaya mencapai rencana jangka panjang yang bertujuan untuk menjadi perusahaan ritel energi nasional kelas dunia. Melalui semangat Satukan Energi Melayani Negeri, PERTARE berkomitmen untuk melayani sepenuh hati, menghadirkan pelayanan terbaik, serta menyatukan energi demi keberlanjutan negeri.